Ketika Fabregas Jadi Jantungnya Chelsea

Ketika Fabregas Jadi Jantungnya Chelsea

Situs Bandar Judi Bola Ibcbet Indonesia Terbaik – Cesc Fabregas tak mencetak gol saat Chelsea menggilas PAOK Thessaloniki, tapi dia adalah jantung permainan The Blues.

Chelsea menang 4-0 saat menjamu PAOK di Stamford Bridge dalam matchday kelima Liga Europa, Jumat (30/11/2018) dinihari WIB. Giroud menyarangkan dua gol pertama, disusul oleh Callum Hudson-Odoi dan Alvaro Morata.

Dalam kemenangan ini, Maurizio Sarri tidak memainkan Jorginho selaku gelandang andalannya. Manajer asal Italia itu memilih menempatkan Fabregas sebagai pengganti Jorginho.

Ini adalah penampilan kelima Fabregas sebagai starter. Posisinya tergeser setelah Sarri dan Jorginho tiba ke Chelsea dari Napoli pada musim panas tahun ini.

Melawan PAOK, yang bermain dengan 10 orang sejak laga baru berjalan tujuh menit, Chelsea kewalahan dalam membongkar pertahanan. Jerih payah baru terbayar dengan gol di menit ke-27 lewat kaki Giroud.

Gol itu datang dari umpan kunci yang dilepaskan Fabregas. Pria asal Spanyol tersebut melepas umpan lambung dari sepertiga pertahanan menuju Pedro Rodriguez yang ada di depan kotak penalti PAOK.

Baca Juga :Milan Akan Lolos Asal …

Pedro melakukan beberapa sentuhan dan mengumpannya ke Giroud yang ada di sisi kanan kotak penalti. Giroud langsung melepaskan tembakan mendatar dan bola dengan mulus mengarah ke tiang jauh.

Fabregas kembali menunjukkan peran krusialnya sebagai pemecah pertahanan lawan. Kali ini dia menyumbang assist untuk gol kedua Giroud.

Pria 31 tahun itu menerima umpan pendek dari Pedro di wilayah tengah lapangan. Hanya dua sentuhan, Fabregas langsung melepas umpan lambung ke arah Giroud di kotak penalti. Striker asal Prancis itu langsung menyambar dengan tembakan kaki kiri sambil menjatuhkan badan. Bola pun masuk ke gawang dari sudut yang sangat sempit.

Fabregas kembali punya andil untuk gol Callum Hudson-Odoi. Dia membuat assist saat pria 18 tahun tersebut melesakkan gol.

Peran Fabregas semakin terlihat krusial dari segi statistik permainannya. Dia menjadi pemain yang paling banyak melakukan sentuhan dengan bola, yakni 133 kali.

Persentase umpan suksesnya pun mencapai 90,6 persen. Ada pula tujuh umpan kunci yang dibuat dan menjadi yang terbanyak di laga ini.

Pada akhir pekan lalu, Chelsea kalah 1-3 dari Tottenham Hotspur di saat Jorginho dibuat mati kutu. Tak ada perubahan berarti di lini tengah pada saat itu, tapi Sarri menegaskan bahwa dia ingin dua pemain dengan teknik tinggi di jantung permainan.

“Saya ingin memainkan gelandang tengah dengan kemampuan teknik tinggi. Bagi saya gelandang tengah tersebut adalah Jorginho atau Cesc Fabregas,” kata Sarri kala itu.

“Saya tak ingin N’Golo Kante di posisi itu. (Sebenarnya) Kante hendak memecahkan kebuntuan setelah 15 menit (laga berjalan), tetapi dia ada di jalan yang salah,” sambungnya.

Nah, dengan luar biasanya Fabregas di laga melawan PAOK, apakah Sarri berani memberi kesempatan si pemain untuk jadi starter di ajang Premier League?